Banyak cara mengenal Simalungun, orang Simalungun dan segala pernak-perniknya. Salah satunya dengan mengunjungi blog yang mereka buat, atau blog yang bicara tentang Simalungun. Simalungun Bloggers Club (SBC) adalah direktori sederhana untuk memandu orang yang ingin mengenali blogger-blogger Simalungun. Bila Anda tahu blog yang demikian dan belum terdaftar di sini, sudilah menginformasikannya kepada kami dengan mengklik comment. Kami akan mendaftarkannya secepatnya.


Tuesday, March 31, 2009

Catatan Admin: Sudah Berapa Hari Kita Hidup? Dan Berapa Hari Lagi Kita Hidup?

Kali ini admin SBC mengangkat sebuah topik yang dengan pendek tapi 'mencubit' dikemukakan oleh Vontho pemilik situs Bra.Inc. Blogger (sebetulnya sih situsnya menggunakan multiply) yang juga member SBC ini, di sini menggoda kita dengan perhitungan sudah berapa hari kita hidup, dan berapa lama lagi kira-kira akan hidup?

Saya pernah dihadapkan pada pertanyaan serupa ketika berbicang-bincang dengan Pak Jansen Sinamo. Jika dihitung-hitung, kata dia, umurnya sudah 50 tahun. Kalau saja ia bisa hidup sampai 80 tahun, berarti sisa hidupnya hanya 29.200 hari lagi (satu tahun dirata=ratakan 365 hari). Saya agak terperangah juga, ketika menyadari bahwa hidup manusia umumnya ternyata hanya dalam hitungan puluhan ribu hari belaka. Sementara pada saat yang sama, kita manusia kian terbiasa dengan bilangan jutaan, miliaran, bahkan triliunan.....

Jadi berapa hari kita sudah hidup dan berapa hari lagi akan hidup?

Wednesday, December 03, 2008

Kabar dari Admin SBC: Sermon, Apakah Itu?

Dear SBC member yth,

Salah satu posting terbaru dalam blog SBC dalam minggu ini ada pada blog Marayak 70 Tahun. Blog yang dibuat dan ditulis oleh Pak Mansen Purba SH tersebut keseluruhannya disajikan dalam Bahasa Simalungun dan isinya adalah semacam memoar dan pendapat tentang pelbagai hal yang dialaminya sebagai budayawan, politisi, pekerja geraja dan terutama, sebagai manusia biasa Simalungun.

Dalam posting terbaru tersebut dibahas perihal tugas-tugas pelayan gereja. Pak Mansen antara lain mengatakan bahwa banyak pekerjaan para pekerja gereja tidak sesederhana yang terlihat atau dibayangkan orang. Ia juga mengungkapkan pengalaman bahwa seringkali dalam mengerjakan pelayanan tersebut, mengandalkan pengetahuan dan keahlian diri saja tidak cukup. Kerendahan hati untuk selalu belajar dari Empunya pelayanan itu, menurut beliau adalah hal paling penting dan mutlak, jika tidak ingin 'dipermalukan' dalam pelayanan tersebut.

Dalam tulisan itu, kemudian dia memperkenalkan apa yang disebut sebagai 'sermon' dalam aktivitas pelayanan gereja. Istilah ini sudah umum di gereja Batak, tetapi mungkin istilahnya lain di gereja-gereja lain. Kami sendiri kurang paham mengenai sejarah asal kata tersebut dan bagaimana praktiknya. Karena itu, bila ada diantara blogger Simalungun, simpatisan mau pun pengunjung SBC ini yang tergerak untuk berbagi perihal topik ini, jangan ragu untuk meninggalkan komentar.

Ini merupakan topik awal. Jika ada waktu dan ada yang tertarik, kelak kita lanjutkan dengan topik lain. Dan kita akan mengutamakan materinya dari blog yang ada di SBC.

Horas

Blogger Simalungun

Ijon tongoshon ham tonahmu


ShoutMix chat widget

Recent Comments

admin

My photo
Certified Writer-Editor-Trainer| Fmr Economic Journo |UK Chevening Awardee |US Int. Visitor Program Alumnus|UK Thomson Journalism Training Batch J66|Pursuing MA in Comms at PGSC|B.Ec Unpad State Univ|

My Blog